Mitos Demam Berdarah yang Keliru, Berikut Faktanya!

Mitos Demam Berdarah yang Keliru, Berikut Faktanya!

Updated: 23 Mar 2021 | Written By: Pocari Sweat

Author: Klik Dokter

 

Kejadian demam berdarah masih tinggi. Sayang, masih banyak mitos demam berdarah yang beredar. Lalu, apa pentingnya minuman ber-ION ketika demam berdarah?

 

Banyak sekali mitos di masyarakat seputar demam berdarah dengue (DBD). Mitos-mitos keliru ini bisa mengaburkan penanganan pasien demam berdarah untuk mencegah komplikasi serius. 

 

Misalnya, perdarahan internal, kerusakan organ, penurunan tekanan darah, hingga kematian. 

 

Nah, agar penderita bisa ditangani tepat dan cepat, kenali dulu mitos-mitos demam berdarah berikut.

 

  1. Kombinasi Demam dan Mimisan, Sudah Pasti Sakit DBD

Kondisi di atas adalah mitos belaka. Faktanya, tidak semua demam dan mimisan adalah gejala penyakit DBD. 

 

Kedua gejala ini mungkin saja bagian dari penyakit lainnya atau kedua gejala ini tidak berhubungan satu sama lain. Demam pada DBD biasanya ditandai dengan suhu badan panas tinggi dan tiba-tiba. 

 

Beberapa gejala demam berdarah dengue lainnya adalah nyeri kepala hebat, nyeri otot serta sendi, mual, muntah, bercak pada kulit, perdarahan dari hidung atau gusi, memar pada kulit, hingga kejang demam.

 

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama Terserang Penyakit Demam Berdarah

 

  1. Penderita DBD Harus Diberi Antibiotik

Penularan DBD disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Karena pemicunya virus, pasien yang menderita demam berdarah dengue tidak membutuhkan antibiotik. 

 

Demam berdarah dengue pada dasarnya bisa sembuh secara spontan dalam 7 - 10 hari. 

 

Cara mengobati demam berdarah pun hanya bersifat simptomatik, yaitu mengurangi gejala.

 

Beberapa pengobatan yang biasa diberikan adalah obat pereda panas dan cairan infus. Antibiotik hanya diberikan pada pasien infeksi bakteri. Jadi, jangan lagi percaya mitos demam berdarah yang satu ini, ya. 

 

  1. Demam Berdarah Dengue Harus Selalu Dirawat Inap

Pasien DBD yang menderita gejala ringan tidak perlu dirawat di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit. 

 

Infeksi dengue yang membutuhkan perawatan di rumah sakit adalah yang memiliki gejala-gejala berikut:

  • Suhu badan turun, tubuh semakin lemas,

  • Menolak makan dan minum,

  • Terus-menerus muntah,

  • Nyeri hebat di area perut,

  • Badan sangat lemas, mengantuk terus, dan kehilangan kesadaran,

  • BAB berwarna hitam, mimisan sulit berhenti, muntah darah, dan urine berwarna cokelat,

  • Wajah pucat,

  • Telapak kaki dan tangan dingin, serta 

  • Jumlah urine sedikit

 

Artikel Lainnya: Penyebab dan Mutasi Virus Demam Berdarah

 

  1. Jumlah Trombosit Rendah, Pasti Anda Terkena Demam Berdarah Dengue

Jumlah trombosit yang rendah memang merupakan salah satu tanda infeksi demam berdarah dengue. 

 

Akan tetapi, bukan berarti setiap kadar trombosit yang rendah sudah pasti demam berdarah dengue.

 

Banyak penyakit lain yang memiliki karakteristik kadar trombosit yang rendah, misalnya anemia aplastic, kekurangan vitamin B12, kekurangan folat, kekurangan besi, cacar air, dan HIV.

 

  1. Demam Berdarah Dengue Adalah Penyakit yang Tidak Berbahaya

Meski sudah sering terjadi di masyarakat, demam berdarah dengue tetaplah penyakit berbahaya hingga dapat menyebabkan kematian. 

 

Apabila Anda mendapatkan perawatan lebih awal, komplikasi penyakit ini mungkin dapat terhindari.

 

Komplikasi dari penyakit DBD dapat berupa depresi, kegagalan otot jantung, kejang, dan pneumonia.

 

Artikel Lainnya: 8 Mitos dan Fakta Seputar Gigitan Nyamuk

 

  1. Nyamuk Apa pun Bisa Menyebabkan Demam Berdarah Dengue

Tidak semua jenis nyamuk dapat menularkan dengue. Demam berdarah dengue atau demam dengue hanya bisa ditularkan oleh nyamuk betina Aedes aegypti. 

 

Nyamuk ini hanya dapat menularkan dengue apabila mereka sebelumnya terinfeksi virus dengue. 

 

Jadi, yang dapat menularkan demam dengue atau demam berdarah dengue adalah nyamuk betina jenis Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue.

 

  1. Minum Cairan dengan Kandungan Elektrolit saat Terinfeksi DBD

Fakta! Kecukupan cairan sangat diperlukan saat demam, bukan hanya ketika sakit DBD. 

 

Demam biasanya disertai dengan jumlah keringat yang meningkat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko dehidrasi akibat hilangnya air serta elektrolit dari tubuh.

 

WHO menyarankan untuk minum cairan setidaknya 5 gelas berukuran sedang per hari selama sakit.

 

Artikel Lainnya: Tidak Boleh Mandi Saat Demam, Mitos atau Fakta?

 

Minum minuman isotonik elektrolit,, air putih, dan minuman lainnya bisa dikonsumsi untuk mencegah syok - salah satu bentuk komplikasi DBD.

 

Nah, salah satu cairan yang dapat digunakan untuk menjaga cairan tubuh dan menghindari komplikasi dehidrasi  ketika demam berdarah dengue adalah minuman ber-ION seperti Pocari Sweat.Anda bisa mengonsumsi Pocari Sweat sebagai salah satu minuman untuk membantu pemulihan demam berdarah dengue.

 

Pocari Sweat adalah minuman isotonik elektrolit yang cepat diserap tubuh. Komposisinya mirip dengan cairan tubuh, yakni air dan ION, sehingga mencegah terjadinya risiko dehidrasi.

 

Baca Juga:

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3626617/sama-sama-disebabkan-nyamuk-ini-beda-dbd-dan-malaria

 

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3635691/4-makanan-yang-bisa-percepat-penyembuhan-dbd

 

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3637811/ini-penyebab-trombosit-turun-saat-dbd



Jadi, jangan lagi bingung soal mitos dan fakta demam berdarah, ya. Kamu Demam? Cepat gantikan cairan tubuh yang hilang dengan minuman ber-ION!