Yuk, Ketahui Kaitan Demam dan Dehidrasi!

Yuk, Ketahui Kaitan Demam dan Dehidrasi!

Updated: 12 Jan 2021 | Written By: Pocari Sweat

Berapa suhu tubuh normal manusia?

Saat kondisi sehat, suhu tubuh normal orang dewasa dapat memiliki kisaran yang luas, dari 36.1°C sampai 37.2°C. Suhu tubuh dapat berubah sepanjang hari dan cenderung lebih tinggi tergantung usia; jenis kelamin; waktu pengukuran (cenderung lebih tinggi di sore hari antara jam 4-6 sore); aktivitas fisik, udara panas dan lembab; makanan dan asupan cairan; demikian juga selama siklus menstruasi pada wanita; dan dimana pengukuran suhu dilakukan (mulut, ketiak, anus atau telinga).Suhu tubuh diatur oleh hipotalamus (bagian dari otak) yang mengatur keseimbangan antara produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh; supaya tetap berada dalam keadaan normal.

Ada tiga lokasi utama yang digunakan untuk pengukuran suhu (anus, mulut dan ketiak), pengukuran suhu di anus lebih mendekati suhu tubuh daripada pengukuran suhu di mulut atau di ketiak. Meskipun, pengukuran suhu di ketiak nyaman untuk dilakukan, metode pengukuran suhu ini merupakan metode yang tidak akurat, terutama pada orang dewasa.

 

Apa itu demam?

Dalam bahasa latin, “demam” berarti suhu tubuh lebih tinggi diatas batas suhu normal, dengan apapun penyebabnya. Sedangkan istilah medis lain adalah pyrexia yang berarti “panas” atau “demam” dalam bahasa Yunani. Terkadang, demam bisa menjadi sinyal peringatan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh. Demam yang tinggi atau terus-menerus mungkin merupakan tanda dari kondisi kesehatan yang serius.Demam sebenarnya merupakan kenaikan suhu tubuh sementara, sebagai respon adanya infeksi virus atau bakteri atau peradangan. Peningkatan suhu tubuh atau demam adalah cara tubuh untuk melawan bakteri atau virus agar berkembang lebih lambat. Secara klinis, seseorang dianggap demam jika suhu tubuhnya melebihi 37.5 °C (pengukuran di mulut atau ketiak) atau melebihi 38 °C (pengukuran di anus) atau diatas 38.2 °C (pengukuran di telinga).

 

Apakah demam berbahaya?

Demam itu bukanlah penyakit, demam adalah tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi virus atau bakteri. Demam biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah 1 sampai 3 hari.Demam yang berlangsung lebih lama dari biasanya bisa jadi serius meski hanya demam ringan. Demam yang berulang mungkin merupakan tanda infeksi atau kondisi kesehatan yang lebih serius.  Demam dengan suhu tinggi diatas 39.5°C, perlu diwaspadai dan segeralah ke dokter atau fasilitas kesehatan.

 

Demam sebabkan dehidrasi ?

Demam sering dikaitkan dengan dehidrasi. Saat demam pasti kita merasakan lebih banyak berkeringat, tapi terkadang malas minum karena terasa pahit di mulut. Ketidakseimbangan input dan output cairan dapat memicu terjadinya dehidrasi. Walau demam yang normal seringkali tidak membahayakan, namun kondisi dehidrasi yang diakibatkannya dapat membahayakan bila tidak diatasi dengan tepat.

Dehidrasi merupakan suatu kondisi dimana cairan dalam tubuh kurang karena kehilangan cairan, berkurangnya asupan cairan, atau keduanya.Pada saat demam, tubuh kehilangan lebih banyak cairan karena adanya peningkatan pengeluaran cairan tubuh melalui urin, paru-paru, dan kulit yang disebabkan peningkatan metabolisme tubuh dan keluarnya keringat. Tahukah kamu? saat demam ternyata cairan tubuh kita keluar lebih banyak hingga 12% setiap kenaikan 1 °C tanpa kita sadari. Cairan tubuh yang keluar ini ternyata bukan hanya air saja, tetapi juga mengandung ION yang sangat diperlukan tubuh seperti natrium, kalium, magnesium, klorida, ­kalsium bikarbonat dan fosfat.

Kondisi dehidrasi dapat memperlambat turunnya demam. Oleh karena itu saat demam perbanyak minum dan jaga cairan tubuh dengan minuman yang tepat. Minuman yang mengandung ION akan lebih cepat diserap tubuh untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat berkeringat lebih banyak.

 

Kenapa sih cairan tubuh perlu dijaga?

Sekitar 60% tubuh kita terdiri dari cairan tubuh. Cairan tubuh berfungsi untuk: (a) membawa nutrisi ke seluruh tubuh; (b) membantu proses metabolisme; (c) pengisi ruang antar sendi; dan (d) membantu pengaturan suhu tubuh; (e) menjaga volume darah. Cairan tubuh kita juga tidak hanya terdiri dari air saja, tetapi mengandung ION. Sehingga ganti cairan tubuh yang hilang harus dengan yang tepat yah! Ganti cairan dan ION tubuh yang hilang dengan minuman ION karena dapat membantu mengembalikannya dengan cepat.

 

Yuk minum minuman ber-ION!

Cairan tubuh kita terdiri dari air dan ION.Maka pada saat cairan tubuh kita hilang salah satunya saat berkeringat waktu demam, ION juga ikut hilang. Minum minuman ber-ION untuk menggantikan ION yang hilang. Minuman ber-ION juga cepat diserap sehingga cepat menggantikan cairan tubuh yang hilang.

 

 

 

Referensi:

Ogoina, D. (2011). Fever, fever patterns and diseases called ‘fever’–a review. Journal of infection and public health, 4(3), 108-124.

InformedHealth.org. (2009). How is body temperature regulated and what is fever?. [Internet] Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG). [Updated 2016 Nov 17] Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279457/ (Accessed 24th Dec 2020).

Chen, P., & Shakhnovich, E. I. (2010). Thermal adaptation of viruses and bacteria. Biophysical journal, 98(7), 1109-1118.

Metheny NM, ed. (2000). Fluid and Electrolyte Balance?: Nursing Considerations. 4th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Shaheen, N. A., Alqahtani, A. A., Assiri, H., Alkhodair, R., & Hussein, M. A. (2018). Public knowledge of dehydration and fluid intake practices: variation by participants’ characteristics. BMC public health, 18(1), 1346.

Naschitz, JE. (2019). Dehydration Prevention and Diagnosis: A Study in Long-Term Geriatric and Palliative Care. J Geriatr Med Gerontol 2019, 5:070

Rolfes, S.R., Pinna, K., dan Whitney, E. (2018). Understanding Normal & Clinical Nutrition, 11th Ed. Boston: Cengage Learning.

Chang, C. Q., Chen, Y. B., Chen, Z. M., & Zhang, L. T. (2010). Effects of a carbohydrate-electrolyte beverage on blood viscosity after dehydration in healthy adults. Chinese medical journal, 123(22), 3220-3225.

Geneva, I. I., Cuzzo, B., Fazili, T., & Javaid, W. (2019). Normal body temperature: a systematic review. In Open Forum Infectious Diseases: 6(4) US: Oxford University Press.

Blum FC, Biros MH. Fever in the adult patient. In: Walls RM, Hockberger RS, Gausche-Hill M, eds. Rosen's Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2018:chap 9.

Morrison SF. Regulation of body temperature. In: Boron WF, Boulpaep EL, eds. Medical Physiology. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2017:chap 59.

Sajadi MM, Mackowiak PA. Temperature regulation and the pathogenesis of fever. In: Bennett JE, Dolin R, Blaser MJ, eds. Mandell, Douglas, and Bennett's Principles and Practice of Infectious Diseases, Updated Edition. 8th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2015:chap 55