5 Tips Agar Kamu Semakin Percaya Diri Bermain Futsal

5 Tips Agar Kamu Semakin Percaya Diri Bermain Futsal

Updated: 29 Aug 2019 | Written By: Pocari Sweat

Siapa lawan yang tidak gentar melihat tim dan pemain yang percaya diri? Tidak hanya mengintimidasi lawan dan membuat timnya unggul secara mental, pemain yang percaya diri cenderung bermain bagus (Hays et al, 2009) karena dapat mengeluarkan seluruh kemampuannya. Rasa percaya diri bahkan dikatakan memiliki efek sama seperi dopping pada performa atlet (Nicholas, 2015).

Percuma jika Anda memiliki kemampuan dan bakat main futsal jika tidak percaya diri. Kemampuan yang sebenarnya jadi terpendam dan dunia tak dapat melihatnya (Said & Jannah, 2018). Untungnya, percaya diri adalah kemampuan yang bisa dilatih. Sama seperti teknik passing, percaya diri harus dilatih di setiap sesi latihan bahkan di luar latihan. Tidak ada pemain yang tiba - tiba percaya diri. Berikut adalah alternatif cara agar Anda percaya diri di lapangan:

1. FOKUS PADA YANG DAPAT DIKONTROL, BERHENTI MEMBANDINGKAN.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah fokus pada diri Anda. Bukan membandingkan diri dengan lawan, teman yang posisinya sama denganmu, atau supporter siapa yang lebih banyak. Memang, kita memiliki kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain (Festinger, 1954). Akan tetapi, semakin dibandingkan, semakin Anda menemukan hal-hal yang mungkin mereka miliki dan Anda tidak, dan itu dapat membuat down. Ingat:

Anda dapat mengarahkan fokus Anda pada:

  • USAHA untuk bermain yang terbaik
  • SIKAP dalam bermain dan terhadap teman
  • PIKIRAN yang positif
  • SAAT INI, apa yang bisa Anda lakukan.

Sulit untuk yakin kepada hal yang tidak pasti dan tidak bisa dikontrol. Dengan berkonsentrasi pada apa yang dapat kita lakukan dengan maksimal, yakinlah bahwa hasil akan mengikuti.

2. KETAHUI KELEBIHANMU

Ya, mungkin mereka lebih jago di beberapa hal. Kalau dipikir sebaliknya, berarti Anda juga punya sesuatu yang lebih dibandingkan mereka kan? Pasti ada sesuatu yang Anda punya dan bisa Anda lakukan. Mengetahui bahwa Anda mampu melakukan sesuatu, sekecil apa pun, akan membuat Anda semakin percaya diri (Vealey, 1986).

Coba pikirkan beberapa pertanyaan ini :

  • Apa yang menjadi spesialisasi Anda? Apakah dribbling melewati lawan? Shooting yang keras? Passing yang akurat? Bagaimana Anda ingin dikenal dan dikenang sebagai pemain futsal?
  • Aspek fisik: Secara fisik, pada aspek apa Anda unggul? Kecepatan? Stamina? Kekuatan?
  • Aspek mental: Sifat baik apa yang Anda miliki? Tidak mudah menyerah? Tenang? Berani? Berjiwa pemimpin? Ceria? Disiplin?
  • Perhatikan saat latihan : Bagian latihan apa yang paling Anda suka? Bagian latihan apa yang paling Anda yakin bisa lakukan?
  • Perhatikan komentar positif teman: Apa yang mereka andalkan atau puji dari diri Anda?
  • Perhatikan Peran apa yang coach percayakan pada Anda? Apakah penendang free kick? Penalty? Menjaga musuh one on one? Kapten?
  • Pengalaman atau pencapaian apa yang Anda dapatkan? MVP? Top scorer? Tidak pernah kebobolan dalam 3 pertandingan?

Panyaan tersebut dapat direnungkan dan di-list untuk semakin memahami bahwa dirimu memiliki kelebihan. Jika masih bingung, jangan ragu untuk bertanya / meminta feedback pada orang di sekitarmu (Said & Jannah, 2018)..

Tanyakan pada coach apa potensi yang ia lihat dalam dirimu. Tanya pada teman apa yang mereka andalkan/kagumi dari dirimu. Bahkan, tanyakan pada lawanmu apa yang tim musuh waspadai dari dirimu.

3. LATIH DAN MAINKAN KELEBIHANMU

Mengenali kelebihan adalah langkah awal. Sekarang Anda tahu apa yang harus dilatih. Semakin Anda menguasai dan berkembang dalam area tersebut, Anda akan semakin percaya diri (Vealey, 1986).

Hal ini berlaku seperti lingkaran. Seiring meningkatnya percaya diri, ketakutan Anda berkurang, Anda akan lebih berani untuk mengulang skill tersebut sehingga akan semakin kompeten, dan seterusnya. Konsep ini dikenal sebagai “Competence-Confidence Loop” (Adham, 2016). Dengan kata lain, jago dan pede akan saling beriringan selama Anda melakukan sesuatu.
Ingat,

Bagaimana cara memulainya?

  • Pilih satu skill yang paling Anda kuasai. Kalau masih bingung, setidaknya yang paling Anda nikmati atau memberi kepuasan.
  • Berkomitmen untuk melatih skill itu. Luangkan waktu setelah latihan atau di hari libur.
  • Merasa ragu? Start small. Mulai dari menu yang paling mudah dulu, dan bertumbuh dari hari ke hari.
  • Rayakan setiap keberhasilan. Sekecil apa pun.
  • Rekam (foto / video) sesi latihan, dan catat setiap perkembangan.
  • Pelan – pelan tunjukkan hasil latihanmu saat latih tanding atau turnamen.
  • Perhatikan feedback/reaksi positif dari teman/coach mengenai skill tersebut.
  • Berlatih, berlatih, dan berlatih.

Ingat, yang penting adalah untuk terus belajar. Hati – hati terjebak dengan merasa terlalu jago sehingga menjadi sombong. Tetap rendah hati , selalu ada langit di atas langit. Selalu ada ruang untuk dikembangkan.

4. UBAH POSTURMU

Perhatikan sikap tubuh pemain di tim yang skor nya tertinggal jauh atau kalah: Melihat ke bawah, bahu tertekuk, lesu. Rasa minder membuat tubuh mereka secara otomatis bersikap seperti itu. Pikiran mempengaruhi postur tubuh. Namun sebaliknya, Anda juga bisa mengakali pikiran Anda untuk merasa percaya diri dengan mengubah postur tubuh (Fransen et al, 2014). Caranya? Lihatlah pemain yang menurut Anda percaya diri, dan tiru.

Fake It Until You Make it:

  • Berhenti sejenak, tarik nafas dan perhatikan postur.
  • Mulai dari kepala : Tegakkan kepala, lihat sekitar.
  • Badan : Tarik bahu ke belakang, busungkan dada, panjangkan tulang belakang, rasakan kaki menjejak.
  • Senyum! : Tersenyum membantu otak Anda untuk lebih berpikiran positif dan merasa mampu.

5. INGAT MOMEN YANG POWERFUL

Merasa aneh dan sulit untuk memperbaiki sikap tubuh? Bayangkan kenangan positif yang kuat di masa lalu sebagai tim atau pemain. Dengan visualisasi, Anda bisa memancing rasa percaya diri dan sikap tubuh juga otomatis mengikuti (Ekeocha, 2015).

Manfaatkan kekuatan nostalgia:

  • Ingat momen keberhasilan atau momen Anda merasa paling percaya diri.
  • Bayangkan sejelas mungkin yang dilihat, didengar, dan dirasa.
  • Resapi emosi yang muncul kembali.
  • Gunakan emosi tersebut untuk menghadapi tugas yang ada di depan mata.

Reference List:

Adham, Hasfah. (2016). The Muslimah’s 7 Step Formula For Breakthrough Confidence: All You Need to Know to Develop Real Confidence in Every Area Of Your Life. London: The Confident Muslimah.


Ekeocha, Tracy C. (2015). The Effects of Visualization & Guided Imagery in Sports Performance. (Graduate Thesis and Dissertations).


Festinger, Leon (1954). A theory of social comparison processes. Human Relations, 7(2): 117-140


Fransen, Katrien & Vanbeselaere, Norbert & De Cuyper, Bert & Broek, Gert & Boen, Filip. (2014). Perceived Sources of Team Confidence in Soccer and Basketball. Medicine and science in sports and exercise, 47(7): 1470–1484


Hays, Kate. (2007). The role of confidence in world class sport performance. Doctoral, Sheffield Hallam University (United Kingdom)


Hays, K., Thomas, O., Maynard, I., Bawden, M. (2009). The role of confidence in worldclass sport performance. Journal of Sport Sciences, 27 (11): 1185-1199.


Komarudin, 2013. Pengantar Psikologi Olahraga: Latihan Mental dalam Olahraga Kompetitif. Bandung: PT. Remaja Rosda-KaryaNicholson, David. 2015. Think Like An Athlete : 57 Ways to Achieve Your Life Goals. Melbourne: Hardie Grant Books.

Said, Hariadi & Jannah, Miftakhul. 2018. Penentu Kemenangan: Problematikan dan Solusi Mental dalam Olahraga. Surabaya: UNESA University Press


Vealey, R. S. (1986). Conceptualization of sport-confidence and competitive orientation: Preliminary investigation and instrument development. Journal of Sport Psychology, 8, 221-246.