4 Penyakit yang Sering Muncul di Musim Pancaroba

4 Penyakit yang Sering Muncul di Musim Pancaroba

Updated: 23 Nov 2017 | Written By: Pocari Sweat

Tinggal di negara tropis membuat kita mengenal akan adanya peralihan musim, dari musim kemarau ke musim hujan begitupun sebaliknya. Peralihan musim ini disebut dengan pancaroba.

Pada masa pancaroba, terjadi perubahan temperatur udara yang cukup ekstrem, dan pada saat itu tubuh akan secara otomatis beradaptasi dengan temperatur udara sekitar. Saat kondisi inilah biasanya sistem tubuh akan sangat mudah terserang penyakit. Karena tubuh sedang bereaksi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berbeda.

Penyakit yang datang saat pancaroba sangat khas. Bahkan, menjadi langganan penyakit yang hadir saat peralihan cuaca ekstrem. Apa saja penyakitnya? Yuk, kenali.

  1. Flu

Sebenarnya, Flu tak hanya hadir saat musim pancaroba. Flu biasa hadir saat daya tahan Anda menurun. Flu muncul saat Anda lelah, kurang berolahraga juga kurang istirahat. Asupan buruk juga bisa menyebabkan flu. Namun, virus Flu lebih banyak ditemukan saat musim pancaroba. Perubahan cuaca ekstrem menyebabkan mudahnya perkembangan virus. Saat kepala mulai berat, tubuh terasa sakit, otot myeri dan ada kongesti hidung waspada Anda mulai terserang Flu.

  1. Batuk

Umumnya batuk muncul setelah Flu. Dahak yang ada di dalam tenggorokan, berpotensi untuk tertelan jika tidak dikeluarkan yang kemudian menyebabkan iritasi dan batuk. Tak hanya itu, batuk juga bisa datang dari udara lembap dan berhawa dingin. Pancaroba bisa memicu gangguan pernafasan, terutama batuk kian menjadi. Batuk yang disertai radang bisa menyebabkan demam yang akan membuat tubuh menjadi lemas.

  1. Diare

Ya, diare sudah menjadi penyakit langganan pancaroba. Lagi-lagi penyebabnya adalah virus. Virus memang lebih mudah berkembang di udara lembap, terutama saat peralihan cuaca ekstrim seperti pancaroba. Gejala diare dimulai dari buang air yang berlebihan dengan tekstur lebih encer dari biasanya. Saat diare, suhu tubuh juga bisa meningkat. Akibat banyak cairan yang terbuang, maka saat diare tubuh menjadi lemas dan tidak bersemangat.

  1. Demam Berdarah

Udara lembab dan perubahan cuaca ekstrem menjadi ladang berkembang nyamuk terutama nyamuk demam berdarah. Tak heran jika penyakit ini kerap hadir saat pancaroba. Demam tinggi disertai gangguan pencernaan dan bintik merah pada kulit adalah gejala penyakit demam berdarah. Masa inkubasi demam berdarah berkisar lima hingga enam hari. Jika demam tidak kunjung turun ada baiknya untuk segera cek darah dan periksakan diri ke dokter.

Itulah 4 penyakit yang kerap menginfeksi tubuh saat musim pancaroba. Agar produktivitas tetap terjaga selama musim pancaroba, kamu harus pintar-pintar menjaga kondisi tubuh salah satunya dengan memiliki pola hidrasi yang baik. Untuk hidrasi yang optimal, tubuh memerlukan asupan tidak hanya cairan saja tapi juga ION. Pocari Sweat minuman isotonik yang mengandung ION, komposisinya mirip cairan tubuh, cepat diserap dan bertahan lebih lama dalam tubuh sehingga dapat membantu menjaga kondisi tubuh. Kamu jadi dapat bebas beraktivitas tanpa takut terkena dehidrasi yang bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun.