Pentingnya Pemulihan Setelah Berlari

Pentingnya Pemulihan Setelah Berlari

Updated: 31 Jul 2017 | Written By: Pocari Sweat

Saat berlari hampir semua sistem fisiologis tubuh bekerja secara intens. Terlebih jika berlari marathon
sejauh 42 KM, otot, tendon, hingga ligament bekerja secara penuh dan hal ini merupakan ujian berat
pada tubuh.
Oleh karena itu pemulihan setelah berlari tidak bisa dianggap sepele. Pemulihan setelah berlari penting
untuk menyembuhkan otot yang rusak akibat berlari. Selain itu potensi cedera yang terjadi setelah
berlari bisa langsung ditangani sehingga tidak menjadi berkepanjangan.
Beruntung bagi para runners yang akan berlari di POCARI SWEAT WEST JAVA BANDUNG MARATHON
2017, karena kalian akan dimanjakan oleh berbagai metode pemulihan yang ada di POCARI SWEAT
RECOVERY CENTER.
Para runners bisa melakukan Ice Bath yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan, merangsang
aliran darah dan menenangkan otot. Terapi es ini juga mengurangi pembengkakan dan mereduksi
produk limbah asam laktat dalam tubuh setelah melakukan lari marathon. Penumpukan asam laktat ini
mengakibatkan nyeri pada otot dan meningkatkan detak jantung sehingga pelari seakan-akan kehabisan
napas. Rendaman es akan membilas asam laktat keluar dari tubuh.
Setelah melakukan ice bath para runners bisa melakukan metode Stone Walk dengan berjalan di atas
batu tanpa menggunakan alas kaki. Setiap penekanan di titik saraf telapak kaki merangsang darah untuk
mengalir lebih cepat dan mencairkan pembekuan darah akibat kelelahan.
Para runners juga bisa melakukan Sand Walk. Dengan berjalan kaki di pasir maka syaraf akan menjadi
rileks sehingga rasa sakit dan nyeri dapat diminimalisir. Berjalan di atas pasir tanpa alas kaki akan
menstimulasi nerve-ending atau ujung syaraf yang terdapat di telapak kaki.
Pasir menciptakan permukaan yang tidak stabil sehingga tubuh dipaksa menggunakan otot-otot kecil di
kaki dan pergelangan kaki. Bagi kebanyakan pelari, otot-otot ini cenderung lemah karena jarang
digunakan saat lari di jalan beraspal. Dengan memperkuatnya maka akan menjaga tubuh dari
ketidakseimbangan otot.
Tidak hanya itu saja, para runners juga bisa menikmati sport massage dari para expert, hal ini dilakukan
dengan maksud untuk melemaskan otot betis dan hamstring yang telah bekerja secara intens setelah
berari marathon.
Setelah berlari, runners juga bisa memeriksa Hydration Level Test untuk mengetahui berapa banyak
cairan yang harus digantikan. Setelah berlari, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat dan
napas, hal ini juga membuat tubuh kehilangan berat badan. Idealnya minum 1,5 x berat badan yang
hilang dalam kurun waktu 24 jam. Sebagai contoh, jika setelah berlari kehilangan 0,5 KG berat badan,
maka cairan yang harus digantikan sebanyak 750ml dengan cairan isotonic seperti POCARI SWEAT.
Jadi jangan lupa untuk mampir ke booth POCARI SWEAT RECOVERY CENTER setelah berlari. See you in
Bandung and let’s run safely.