Si kecil belajar puasa? Minuman ini penting agar puasanya lancar.

Si kecil belajar puasa? Minuman ini penting agar puasanya lancar.

Updated: 20 Jun 2017 | Written By: Pocari Sweat

Anak-anak memang belum diwajibkan untuk berpuasa secara penuh seperti orang dewasa. Namun,

melatih anak berpuasa sejak dini memiliki dampak positif bagi kesehatan tubuh dan juga

perkembangan karakternya. Dengan melatih si kecil berpuasa, Anda sekaligus mengajarkan ia

untuk bersikap baik, jujur, disiplin, peduli terhadap orang lain, dan lebih dekat dengan agamanya.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua saat mulai mengajarkan anaknya

puasa agar lancar dan nyaman.

1.Jangan lewatkan sahur

Banyak orang yang sering melewatkan sahur, padahal sahur sangatlah penting untuk menyimpan

cadangan nutrisi dan hidrasi yang dibutuhkan tubuh selama berpuasa. Memang hal ini menjadi

tantangan besar bagi orang tua untuk bisa membiasakan anak bangun saat makan sahur.

2. Menghindari minuman diuretik

Bila si kecil menyukai minuman seperti teh dan soda sebaiknya hindari minuman ini saat puasa.

Kedua minuman tersebut bersifat diuretik dan dapat memacu kinerja ginjal sehingga dapat

meningkatkan sekresi urin. Urin yang dikeluarkan berlebih akan menyebabkan berkurangnya jumlah

cairan, sehingga tubuh rentan terkena dehidrasi dan membuatnya cepat haus.

3. Mengonsumsi cairan yang tepat

Salah satu kunci keberhasilan puasa adalah mengonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup.

Berdasarkan peraturan Kementrian Kesehatan RI, anak usia 4-6 tahun memiliki kebutuhan cairan

harian sebanyak 1.500 ml, anak usia 7-9 tahun sebanyak 1.900 ml, dan anak usia 10-12 tahun

sebanyak 1.800 ml. Dibandingkan orang dewasa, anak lebih mudah mengalami dehidrasi karena ia

kehilangan cairan lebih banyak melalui penguapan kulit. Selain itu, anak-anak juga umumnya tidak

sensitif dengan rasa haus.

Dehidrasi adalah kondisi di mana asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit

dibandingkan cairan yang keluar. Anak yang mengalami dehidrasi akan mengalami gejala pusing,

sakit kepala, lelah, serta tingkat kewaspadaan dan konsentrasi menurun. Bukan hanya itu, anak

yang dehidrasi juga cenderung menjadi rewel saat puasa. Kemampuan belajarnya di sekolah pun

bisa jadi terganggu.

Sebanyak 70% berat badan tubuh terdiri dari cairan (air dan ION) & selama ia berpuasa tubuhnya

tetap kehilangan air dan ION, karena itu minum air saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan

cairan. Lengkapi menu sahur dengan minuman yang komposisinya mirip dengan cairan tubuh

seperti Pocari Sweat. Sama seperti kaktus yang dapat menyimpan cairan di dalam tubuhnya, ION

dalam POCARI SWEAT dapat mengikat cairan lebih lama di dalam tubuh, sehingga mencegah

dehidrasi.